Gaspol Palembang! Ekonomi Melesat, Target Jadi Motor Pertumbuhan Nasional 2029

monopolisumselnews | Palembang – Pemerintah Kota Palembang membuka tahun 2026 dengan semangat optimisme tinggi dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi dan Persiapan Langkah Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Kantor Bappeda, Selasa (10/2/2026).

Dalam arahannya, Aprizal, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, menekankan bahwa Palembang kini berada dalam tren pertumbuhan positif yang signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Triwulan III 2025, perekonomian Palembang tumbuh 5,82%, meningkat dari Triwulan I (5,14%) dan Triwulan II (5,60%).

“Capaian ini adalah buah dari sinergi kita semua. Namun, kita tidak boleh cepat puas. Amanat RPJMN menargetkan ekonomi nasional tumbuh 8% pada tahun 2029, dan Palembang harus menjadi motor penggerak utama untuk mewujudkan hal tersebut,” tegas Aprizal, membakar semangat seluruh jajaran.

Sekda Aprizal menegaskan bahwa terdapat sembilan mandat krusial dari Pemerintah Pusat yang harus dijalankan secara serius dan terukur:

1. Percepatan realisasi APBD untuk stimulus ekonomi.
​2. Peningkatan investasi (Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri).
​3. Akselerasi proyek infrastruktur daerah.
​4. Pengendalian harga bahan pokok (inflasi).
​5. Pencegahan perdagangan ilegal (ekspor-impor).
​6. Perluasan lapangan kerja.
​7. Peningkatan produktivitas pangan berbasis potensi lokal.
​8. Penguatan industri manufaktur.
​9. Penyederhanaan perizinan berusaha.

Aprizal menekankan bahwa setiap rencana aksi harus terukur agar Palembang tidak hanya tumbuh berdasarkan angka statistik, tetapi benar-benar menjadi kota yang berdaya dan sejahtera bagi masyarakatnya.

Sekda memberikan apresiasi tinggi kepada unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Bank Indonesia, hingga BPS yang telah berkolaborasi menjaga stabilitas ekonomi sepanjang tahun 2025.

Untuk tahun 2026, beliau menginstruksikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk disiplin melaporkan data real-time ke sistem pusat paling lambat tanggal 20 setiap bulan.

# Baca Juga :  Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan didapuk menjadi Komandan Upacara Sertijab Panglima TNI, di Mabes TNI

Kepala Bappeda Kota Palembang, Dr. Korlena, menegaskan bahwa Rakor awal tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan evaluasi krusial terhadap kinerja pelaporan tahun 2025 serta penyatuan visi menghadapi tahun 2026.

Menurutnya, konsistensi input data ke sistem pelaporan pusat menjadi prioritas utama karena pertumbuhan ekonomi Palembang diawasi langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pak Sekda sudah mengarahkan agar seluruh OPD tetap konsisten. Di situlah potret ekonomi kita terlihat setiap bulannya,” ujar Korlena, menekankan pentingnya akurasi data.

Sebagai bentuk motivasi, Pemkot Palembang akan memberikan penghargaan khusus kepada OPD yang paling disiplin dalam pelaporan. Bappeda, sebagai tim sekretariat, akan menyatukan proses ketat ini untuk memastikan objektivitas.

Dengan pelaporan yang disiplin, sinergi lintas instansi yang kuat, dan implementasi sembilan langkah percepatan perekonomian, Kota Palembang menargetkan diri menjadi motor penggerak utama pertumbuhan nasional menuju tahun 2029.

“Kita ingin di tahun 2026 ini, kedisiplinan tidak kendor demi menjaga stabilitas ekonomi Palembang,” pungkas Dr. Korlena, menandaskan komitmen bersama untuk mewujudkan visi ekonomi yang ambisius ini.

Laporan : Rohayati