monopolisumselnews | Palembang – Pemerintah Kota Palembang telah mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Sebagai upaya antisipasi kemacetan dan gangguan keamanan di titik-titik rawan, Pemkot Palembang telah menyiapkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi terkait.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 850 personel untuk membantu pengamanan dan pengaturan arus mudik,” ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa pada hari Sabtu (28/2/2026).
Dewa menjelaskan, personel yang telah disiapkan tersebut akan ditempatkan di tujuh posko strategis yang tersebar di berbagai pintu masuk dan keluar kota. Posko-posko tersebut meliputi posko yang dikelola langsung oleh Dinas Perhubungan serta posko terpadu yang bekerja sama dengan instansi terkait lainnya.
“Seluruh perangkat daerah kita optimalkan agar arus kendaraan tetap aman, tertib dan lancar,” katanya.
Menurutnya, volume kendaraan pada musim mudik tahun ini diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Oleh karena itu, pengawasan terhadap aliran lalu lintas perlu dilakukan dengan lebih ketat.
“Kami juga memberi perhatian khusus pada kendaraan daratan bertonase besar karena berpotensi menimbulkan kepadatan di jalan raya,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, Pemkot Palembang mendorong pemanfaatan Terminal Karya Jaya sebagai lokasi parkir sementara bagi kendaraan besar sebelum memasuki kawasan pusat kota. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan aturan baru terkait waktu masuk kendaraan bertonase besar ke dalam kota.
“Kami mengusulkan agar kendaraan bertonase besar baru bisa masuk kota setelah pukul 21.00 WIB untuk mengurangi kemacetan di jam sibuk,” ungkapnya.
Usulan kebijakan tersebut telah disampaikan ke Kementerian Perhubungan dan saat ini masih dalam tahap menunggu persetujuan resmi dari pemerintah pusat.
“Kami berharap kebijakan ini bisa segera disetujui demi kelancaran arus mudik dan kenyamanan masyarakat luas,” pungkasnya.
Laporan : Rohayati






